Cari Disini

Senin, 02 Januari 2012

Cerpen... ^^ silahkan baca..:)

CERPEN (CERita PENdek)

Seorang eksekutif muda sedang
beristirahat siang di sebuah Kafe
terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis
kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.” ”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif
muda itu tetap sibuk dengan laptopnya. ”Satu saja Om, kan
bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu”. Mendengar
ucapan si pemuda, gadis kecil itu
pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar
kafe itu.

Setelah menyelesaikan
istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari Kafe itu.
Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si Gadis kecil penjual
bunga yang kembali
mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai
saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan Si Pemuda
mengeluarkan sejumlah uang dari
sakunya. ”Ini uang 2.000 rupiah buat kamu. Om tidak mau
bunganya, anggap saja ini pemberian untuk kamu,” ujar si
pemuda sambil mengangsurkan
uangnya kepada si Gadis kecil.

Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan
ia berikan kepada pengemis Tua
yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan
sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil,
malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya
si gadis kecil menjawab, ”Maaf
Om, saya sudah berjanji dengan Ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan
bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu
berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi
pengemis”.

Pemuda itu tertegun,
betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang Anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski
hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil
kerja keras adalah sebuah Kebanggaan.

Si pemuda itu pun
akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua
bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat
kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.

Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah
yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran
dalam sebuah pekerjaan, jika kita
kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai
kepada manusia itu sendiri.

Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan dan banggakan.

#jadi jangan malu apa pekerjaan kamu sekarang, selama pekerjaan itu halal dan tetap di jalan yang benar.
Lanjotttt....
Kabuurrrrrr...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar